4 Golongan Islam Pada Masa Ali Bin Abi Thalib

Posting Komentar
Ali bin abi thalib

Khulafaur Rasyidin ke empat, Ali bin Abi Thalib dalam sejarah kepemilihannya ditentang oleh kubu Muawiyah, sampai terjadi pertikaian diantara dua golongan yang mendukung Ali dan Muawiyah. Namun, pertikaian tersebut ternyata menjadi bibit pecah kongsinya umat menjadi beberapa golongan atau firqoh pada masa itu. Ada 4 golongan yang lahir pada masa itu yang pada perkembangannya menjadi cikal bakal golongan-golongan yang ada saat ini dan juga awal mula terbentuknya ilmu kalam dalam Islam. Apa saja 4 golongan Islam yang timbul pada masa Ali bin Abi Thalib, dan bagaimana pula Visi Misi ajaran mereka?.

Golongan Atau Firqoh Sebagai Cikal Bakal Timbulnya Ilmu Kalam

Ketika kubu Ali bin Abi Thalib bersengketa dengan Kubu Muawiyah, Kubu muawiyah hampir saja kalah kalau saja Amr bin Ash dari kubu Muawiyah tidak mengangkat Alquran tanda menyerah dan meminta perundingan.

Ali menyanggupi perundingan atau tahkim yang diminta kubu Muawiyah, walaupun beberapa sahabatnya menentang ide tersebut karena tahu karakter dan kelicikan Muawiyah bin Abu Supyan. Tahkim antara dua kubu tersebut berlangsung, namun sayang, efek yang terjadi adalah semakin pecahnya umat menjadi beberapa golongan. Diantaranya adalah:

1. Firqoh Khawarij

firqoh

Golongan atau firqoh khawarij lahir dari ketidaksetujuan adanya tahkim atau arbitrase antara kubu Ali bin Abi Thalib dengan kubu Muawiyah bin Abi Sufyan. Awalnya golongan Khawarij berasal dari golongan yang pro terhadap Ali bin ABi Thalib, namun karena proses tahkim ini, Khawarij akhirnya menentang kedua golongan, baik Ali maupun Muawiyah.

Firqoh Khawarij dianggap sebagaia cikal bakal ekstrimisme karena pemahaman mereka yang dianggap keras. Salah satu ajaran mereka adalah, siapapun yang berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil, mereka adalah pendosa yang dianggap telah kafir dari ajaran Islam.

2. Firqoh Murjiah

firqoh

Ketika Khawarij menentang Ali dan Muawiyah, sebaliknya ada golongan yang abstain atau mengambil jalan netral diantara perselisihan dua kubu ini. Golongan tersebut menakan dirinya Murjiah.

Salah satu ajaran firqoh Murjiah adalah, mereka tidak akan menghakimi manusia dengan labil kafir atau muslim. Menurut mereka, label pada manusia adalah hak Allah, jadi kita sebagai manusia tidak boleh menghakimi orang lain dengan sebutan apapun.

3. Firqoh Jabariyah

Firqoh

Setelah Muawiyah mengambil pemerintahan dan menjalankannya secara kejam, timbul golongan baru dalam agama Islam. Salah satu firqoh yang hadir adalah firqoh Jabariyah.

Salah satu ajaran dalam Jabariyah adalah tentang Qada dan Qadar, yang menurut mereka, manusia tidak mempunyai hak dan kehendak dalam berbuat di muka bumi ini. Semua yang dilakukan manusia, dilakukan dengan 'terpaksa', karena semua sudah di atur dalam skenario Allah yang disebut qada dan qadar.

4. Firqoh Qodariyah 

firqoh atau golongan

Sama halnya dengan Jabariyah, Firqoh Qodariyah lahir atas ketidaksetujuannya dengan pemerintahan Muawiyah yang dianggap kejam dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ajaran dalam Qodariyah yang terkenal adalah dalam masalah qada dan qadar juga. Namun berbeda dengan Jabariyah, golongan Qodariyah menganggap bahwa manusia mempunyai kehendak sepenuhnya, tanpa melibatkan Allah sama sekali dalam hal berbuat atau bertingkah laku selama hidup di dunia.

Empat golongan di atas disebut sebagai golongan yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu kalam, yaitu ilmu yang membahas masalah keimanan atas dara logika dan rasionalitas. Ilmu ini erat kaitannya dengan mantik/logis, sehingga kadang disebut juga theology.


Yonal Regen
a Father of four, Educator and Author of Narasi Ayah Guru

Related Posts

Posting Komentar