Upaya Mencegah Disabilitas Akibat Kusta

22 komentar
kusta bisa disembuhkan

Kusta adalah salah satu penyakit menular yang saat ini masih sama-sama diberantas di Indonesia. Pemerintah bekerja sama dengan banyak lembaga untuk menuju Indonesia Zero Leprosy agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit kusta ini.

Salah satu lembaga yang juga concern dalam mensosialisasikan masalah penyakit kusta ini adalah KBR. Dalam talkshow ruang publik KBR yang disiarkan secara langsung di saluran Youtube-nya, berita KBR bekerja sama dengan NLR Indonesia dengan tema Yuk, Cegah Disabilitas Karena Kusta.

NLR Indonesia sendiri adalah lembaga non pemerintah yang juga fokus dalam mensosialisasikan isu kusta, konsekuansinya, juga disabilitas dan penanganan akibat kusta. Terjunnya NLR Indonesia dalam isu kusta ini dikarenakan penyakit ini termasuk jenis penyakit tropis yang masih sering terabaikan oleh masyarakat karena kurangnya informasi dan edukasi tentangnya.

Cara Mencegah Disabilitas Karena Kusta

talkshow ruang publik KBR

Dalam Talkshow yang ditayangkan secara langsung pada Senin, 20 Desember 2021 ini, ruang publik KBR menghadirkan dua narasumber, yaitu:

  • Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo, SpKK (K). Ketua Kelompok Studi Hansen (Kusta) Indonesia PERDOSKI
  • Dulamin. Ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kecamatan Astanajapura, Cirebon

Dalam pemaparannya, Dr. Sri mengatakan bahwa kusta yang dibiarkan tanpa proses pengobatan akan mengakibatkan terjadinya disabilitas pada beberapa titik tubuh. Hal ini dikarenakan kusta menyerang sistem syaraf pada tubuh manusia yang berdampak pada rusaknya beberapa jaringan tubuh sampai menyebabkan kelumpuhan.

Beberapa kasus pengabaian atau keterlambatan pengobatan kusta biasanya diakibatkan karena kusta memang mempunyai ciri-ciri yang kurang disadari oleh para penderitanya. Seperti adanya bercak-bercak putih di beberapa anggota tubuh yang tidak gatal. Karena tidak adanya rasa gatal ini, banyak yang mengira kalau hal tersebut bukan penyakit yang berbahaya.

Jika sudah ada indikasi atau bahkan sudah terjadi disabilitas dalam tubuh penderita kusta, maka cara yang harus dilakukan oleh penderita agar disabilitas tidak semakin melebar ke bagian tubuh lain adalah dengan melakukan pengobatan. Cara pengobatan kusta nantinya akan dibedakan dengan jenis kusta yang dialami antara kusta kering dan kusta basah.

Walaupun sampai saat ini belum ada jenis vaksinasi untuk kusta, namun pengobatan kusta tetap menjadi prioritas. Diharapkan para penderita kusta tidak enggan untuk berobat ketika sudah tampak gejala-gejala yang dirasakan.

kusta bisa diobati

Kisah Inspiratif Penyintas Kusta

Hal menarik disampaikan oleh Pak Dulamin, penyintas kusta yang saat ini terjun aktif dalam mengedukasi para penderita kusta di Kelompok Perawatan Diri (KPD). Ia menuturkan bahwa awalnya ia termasuk orang yang terlambat dalam pengobatan kusta, karena dokter umum yang memeriksanya pertama kali menyebutkan bahwa apa yang ia alami bukan kusta.

Lama tak mengalami kesembuhan, Pak Dulamin kembali berobat. Barulah ia mendapat second opinion dari dokter kedua bahwa ia menderita kusta. Ikhtiar berobatnya luar biasa, ia mengonsumsi obat selama dua tahun berturut-turut tanpa jeda. Karena jika ia lalai minum obat sekali saja, maka program pengobatannya harus dimulai dari nol kembali.

Kini Pak Dulamin telah sehat, namun semangatnya dalam upaya sembuh dari Kusta tak berhenti. Ia menyemangati para penderita kusta dengan menjadi ketua Kelompok Perawatan Diri. Di kelompok tersebut ia mensosialisasikan bagaimana cara penanganan disabilitas akibat kusta dengan prinsip 3M, yaitu:

  • Memeriksakan diri ke dokter
  • Merawat tubuh ; dan
  • Melindungi tubuh dari kusta

Pak Dulamin juga mempunyai saran kepada pemerintah Indonesia dalam hal kusta ini

Kepada pemerintah, tolong diperbanyak informasi atau poster-poster untuk masyarakat, disimpan di puskesmas, informasi bahwa kusta itu ada obatnya dan obatnya gratis!. Hal ini supaya masyarakat umum tahu, bahwa kusta ini ada obatnya

Ia juga menambahkan agar pemerintah lebih aktif jemput bola dalam hal penanganan kusta. Karena banyak penderita kusta yang masih enggan berobat karena stigma di masyarakat yang negatif terhadap para penderita kusta.

Kusta Bisa Disembuhkan

Di akhir acara talkshow, Dr. Sri memberikan pesan bahwa kusta bisa disembuhkan dengan ikhtiar maksimal dari para penderita kusta. Perlu juga dukungan keluarga dan warga sekitar untuk menjadi support system yang baik, agar para penderita kusta mempunyai semangat dalam proses penyembuhannya.

Dr. Sri Linuwih menguatkan dengan menyampaikan

Berkenaan dengan disabilitas, walaupun kustanya sembuh, disabilitas tetap berlangsung. Maka, mari bersama-sama -karena bersama-sama kita bisa, terintegrasi, bersinergi, menjemput bola dalam penanganan kusta, karena kusta bisa disembuhkan

***

The last, terima kasih teman-teman dari komunitas 1 minggu 1 cerita (1M1C) yang telah memberikan informasi tentang sosialisasi tentang pencegahan disabilitas akibat kusta yang diselenggarakan oleh KBR yang bekerja sama dengan NLR Indonesia. Semoga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi dan teredukasi tentang fakta-fakta penyakit kusta sehingga tidak ada lagi stigma-stigma negatif di masyarakat yang hanya berdasar pada mitos belaka.

Yonal Regen
a Father of four, Educator and Author of Narasi Ayah Guru

Related Posts

22 komentar

  1. Semoga dengan banyaknya sosialisasi tentang penyakit kusta, semakin berkurang juga stigma-stigma negatif di masyarakat tentang penderita kusta yang hanya berdasar pada mitos semata

    BalasHapus
  2. Semoga dengan meluasnya informasi tentang kusta dan penanganannya bisa membuat masyarakat lebih terbuka untuk menerima para penderita kusta agar bisa hidup tenang dan berdampingan di tengah masyarakat luas

    BalasHapus
  3. Minimal dengan pemahaman yang benar soal kusta, para penderita juga semakin terbantu dan aman di lingkungannya. Jadi, bisa sama-sama menolong mereka ya.

    BalasHapus
  4. wah bagus ini ilmunya. talkshow kusta nya menarik sekali ya. memang perlu membangun awereness tentang kusta dan disabilitas ini, apalagi masih ada stigma negatif tentang kusta di masyarakat kita.

    BalasHapus
  5. Ternyata masih banyak yg blm mengerti penyakit kusta ya kak. Soalnya msh ada masyarakat yg menganggap kusta itu penyakit kutukan hingga keturunan. Jadi sulit disembuhkan. Buat berobat, mereka juga ga berani. Smoga masyarakat makin tersadar akibat edukasi ini. Kusta bs disembuhkan lo ya. Jadi jangan takut utk berobat biar penyakit ini lekas musnah.

    BalasHapus
  6. Aku jg baru ngehh lho kalau kusta itu bisa sampai bikin penderitanya lumpuh. Kasian yaa.. akhirnya banyak jg yang dipecat dari tempat kerja :((
    akhirnya ngga berdayaa

    BalasHapus
  7. Edukasi seperti ini sangat penting ya, agar penderita kusta tetap mendapatkan kesempatan hidup normal ditengah2 masyarakat. Meski sampai saat ini belum ada obatnya, namun upaya penyembuhan harus tetap ditingkatkan agar kedepannya kusta bisa diberantas sampai tuntas.

    BalasHapus
  8. Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan penyakit kusta, semakin besar harapan untuk sembuh dan terhindar dari disabilitas. Semoga sosialisasi ini sampai ke masyarakat lapisan terbawah ya...

    BalasHapus
  9. Senang dengan berkesinambungan ya sosialiasi kusta ini, karena makin banyak lagi yang paham dan mendukung agar yang terkena gejalanya bisa lekas berobat karena berpeluang untuk sembuh

    BalasHapus
  10. Dengan sosialisasi seperti ini semakin menambah pemahaman masyarakat bahwa penyakit kusta bukanlah penyakit kutukan dan dapat disembuhkan.
    Semoga target Indonesia bebas kusta tercapai.

    BalasHapus
  11. kusta bisa diobati ya mbak
    lalu perlu juga sosialisasi kepada masyarakat, bahwa penderita kusta juga bisa hidup berdampingan

    BalasHapus
  12. Jaman sekarang udah banyak yang sharing mengenai pemahaman tentang kusta jadi masyarakat juga bisa lebih peduli dengan mereka.

    BalasHapus
  13. Ooh, ternyata penyakit kusta bisa menyerang sistem syaraf yaa Kak,hingga menyebabkan disabilitas. Ternyata anggapan saya keliru selama ini bahwa penyakit kusta hanya menyerang kulit.
    Makasih infonya Kak, kembali tercerahkan setelah baca tulisan ini. Dan semoga dengan adanya program ini masyarakat lebih aktif untuk mencegah penyakit kusta.

    BalasHapus
  14. Semoga makin banyak masyarakat yang teredukasi ya dengan adanya program-program dan tulisan2 seperti ini. Karena tak dimungkiri juga masih banyak orang di luar sana yang memberikan stigma negatif pada penderita kusta sehingga si penderita juga merasa malu untuk berobat padahal penyakit ini bisa disembuhkan asal ditangani dengan cepat dan tepat.

    BalasHapus
  15. kayanya sekarang sudah banyak yang paham informasi terkait penyakit kusta ini deh, jadi banyak yg sudah g menstigma penderita kusta yaa, plus saya jd tau nih ternyata kusta tuh bisa menyebabkan disabilitas

    BalasHapus
  16. Kusta masih mungkin menular yaa.. Tapi alhamdulillah, bila tanggap dengan gejalanya sedari awal dan diobati dengan rutin, maka bisa sembuh dengan baik.

    BalasHapus
  17. Semoga Pak Dulamin sehat-sehat ya dan tetap semangat mengedukasi pasien kusta yang belum sembuh.
    stigma negatif ini memang harus dibuang jauh, biar semua tahu kalau kusta itu bisa disembuhkan, penderita juga tidak perlu malu memeriksakan diri agar bisa segera ditangani dengan baik.

    BalasHapus
  18. Aku dulu waktu kecil aku tinggal di desa dan punya tetangga kusta. Tp sekarang orangnya dah meninggal. Sepertinya keluarganya tidak merawat dengan baik dan cenderung menganggap itu semacam penyakit kutukan gitu. Sedih ya

    BalasHapus
  19. Nah iniii, emang penting banget unutk meningkatkan awareness tentang kusta yaaaa.. Semoga dengan banyaknya informasi mengenai penyakit kusta, dapat memberi harapan lebih untuk kehidupan para penderitanya yaaa

    BalasHapus
  20. Dulu kalau ada yang kena kusta langsung dijatuhi karena dianggap penyakit kutukan. Namun seiring dengan waktu banyak yang sadar dan paham kalau kusta adalah jenis penyakit yang bisa disembuhkan

    BalasHapus
  21. nah iya kalau mengidap kusta kan harus kontrol dan pengobatan rutin ya, obat pun harus teratur diminum jangan sampai menjadi disabilitas, selagi bisa pengobatan ya lakukan, terlebih kusta basah yang perlu perhatian dan pengobatan khusus

    BalasHapus
  22. stay safe and stay healthy ya kak :D

    BalasHapus

Posting Komentar