Cara Belajar yang Baik Menurut Ta'lim Muta'alim

1 komentar
cara belajar yang baik

Cara belajar yang baik dibutuhkan oleh kita agar mendapatkan ilmu pada bidang yang sedang kita pelajari. Tentunya kita harus mengetahui cara apa saja yang harus dilakukan agar belajar kita sudah termasuk ke dalam belajar yang baik.

Banyak sekali referensi yang bisa kita rujukan tentang tips atau cara-cara belajar dengan baik. Salah satu rujukan yang layak kita jadikan referensi adalah kitab Ta'lim Muta'alim.

Kitab Ta'lim Muta'alim adalah salah kitab yang banyak dikaji di pesantren-pesantren di Indonesia. Isinya lebih kurang menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan mencari ilmu.

Salah satu bab dalam kitab Ta'lim Muta'alim ini adalah bab yang membahas tentang cara-cara belajar dengan baik sehingga dapat menghasilkan ilmu yang bermanfaat. Setidaknya ada 6 hal yang dibahas sebagai indikasi belajar yang baik dalam kitab karya Al-Zarnuji.

6 Cara Belajar Yang Baik Ala Al-Zarnuji

Syekh Al-Zarnuji adalah tokoh pendidikan dalam agama Islam yang karya-karyanya menjadi salah satu rujukan dalam belajar. Kitab Ta'lim Muta'alim sendiri sebagai salah satu karyanya yang membahas pendidikan, menjadi salah satu kitab yang banyak dikaji di pesantren, khususnya pesantren-pesantren tradisional di Indonesia.

Ada banyak bab dalam kitab Ta'lim Muta'alim yang membahas segala sesuatu tentang pendidikan, di mana salah satunya bab yang membahas cara belajar dengan baik. Berikut beberapa tipsnya:

Cerdas

Poin pertama yang dibahas oleh Al-Zarnuji dalam belajar adalah harus cerdas. Pada dasarnya setiap orang adalah cerdas, proses belajar sejatinya adalah menggali potensi kecerdasan setiap peserta didik agar dapat dioptimalkan.

Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengembangkan kecerdasan setiap anak, maka perlu membangun komunikasi positif antara guru dan siswa dan juga orang tua. Banyak anak yang sepertinya tumbuh dan berkembang dengan stereotype bodoh karena banyak salah kaprah dalam didikannya, seperti anak yang semenjak kecil sudah sering dibentak, disebut tak pintar, dan disebut bodoh, akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang tak percaya diri dan tak meyakini bahwa ia memiliki kecerdasan.

Sabar

Tak ada ilmu yang bisa kita dapat secara instan. Memasak mi instan saja ternyata butuh waktu, apalagi mencari ilmu, tentu membutuhkan waktu yang tak sedikit.

Tak hanya sabar dalam menghadapi objek yang sedang kita pelajari, tapi aspek-aspek lain seperti guru, teman, dan lingkungan juga mungkin adakalanya harus kita hadapi dengan sabar ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita misalnya.

Fokus

tips belajar yang baik

Fokus bisa kita maknai sebagai konsentrasi yang baik terhadap sebuah objek, dalam hal ini adalah objek pelajaran. Dari pengalaman mengajar, saat ini salah satu yang banyak mengganggu fokus anak-anak dalam belajar adalah gawai atau handphone. Walaupun tidak digunakan di kelas saat belajar, banyak anak yang tidak fokus dan mengantuk saat belajar karena semalaman tidak bisa lepas dari gawai di depan matanya.

Scrolling media sosial dan komunikasi online pertemanan di gawai menjadi salah satu penyebab yang membuyarkan fokus mereka. Bahkan beberapa sampai ada yang mencuri waktu tetap memegang gawainya di waktu belajar, menjadikannya menjadi sangat tidak fokus dalam mempelajari objek pelajaran.

Mempunyai Modal

Kata modal di sini sangat luas maknanya. Modal mental yang kuat, modal tekad yang sungguh-sungguh dalam belajar, dan juga modal secara finansial.

Selain modal tekad dan motivasi yang kuat, modal finansial juga sangat dibutuhkan. Keperluan seperti buku dan alat tulis sebagai kebutuhan pribadi sejatinya dapat terpenuhi.

Jika kita terhambat dalam masalah finansial, saat ini banyak sekali informasi akses untuk mendaftar beasiswa, baik beasiswa dari pemerintah seperti beasiswa bidik misi maupun beasiswa lainnya dari pihak swasta. Salah satu yang harus dimiliki dalam mencari beasiswa ini adalah informasi seluas-luasnya dan juga persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam mendaftar beasiswa.

Dengan banyaknya jenis beasiswa saat ini, tak ada lagi alasan untuk tak belajar karena tak mempunyai modal dalam hal finansial. Tinggal menguatkan modal tekad, kesungguhan, dan motivasi yang kuat untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Berguru

Bergurulah pada sosok yang dapat memberikan kita pengajaran dan pendidikan sehingga terasa pencerahan ilmu ketika mempelajarinya. Proses memilih guru dan lembaga pengajaran untuk proses belajar tak boleh sembarangan. Carilah yang terbaik di antara yang baik.

Buku juga dapat dijadikan guru. Ia adalah salah satu referensi keilmuan yang bisa kita gali ilmunya. Bertemanlah dengan buku dan jatuh cintalah pada membaca agar kita dapat menyerap setiap ilmu di dalamnya.

Buku adalah guru yang tak menggurui

Konsisten

Salah satu kunci utama dalam belajar adalah konsisten. Sejatinya kita adalah makhluk pembelajar sepanjang hayat, jadi konsistensi memang sangat diperlukan dalam proses mencari ilmu.

Banyak sekali godaan yang membuat kita tidak tetap dalam asas awal yang pada akhirnya akan membuat kita menyesal. Ingatlah akan cita-cita yang ingin kita raih, maka konsistensi dalam menggapainya harus kita jaga agar kita dapat sampai pada garis finish dengan sempurna.

Teknik Belajar Yang Baik Kunci Sukses Dalam Belajar

teknik belajar

Pendidikan itu inklusif, maka harus bisa diakses oleh semua masyarakat. Namun dalam prosesnya ternyata tidak semua dapat berhasil dalam proses belajarnya.

Pada dasarnya mencari ilmu itu tentang kontinyuitas, proses yang terus-menerus dalam hidup kita. Tentunya kita tidak ingin waktu yang kita habiskan untuk belajar menjadi waktu yang terbuang sia-sia karena hanya sedikit atau mungkin tidak ilmu yang kita dapatkan.

Banyak hal yang menyebabkan kita hanya sedikit merasakan nikmatnya ilmu atau bahkan tidak mendapatkan sama sekali, beberapa di antaranya adalah adab-adab belajar yang sering kali tidak diindahkan, cara belajar yang serampangan, ataupun teknik belajar kita yang tak sesuai.

Mari terus semangat dalam mencari ilmu dengan memperhatikan hal-hal yang berkenaan dalam prosesnya, mulai dari cara atau teknik yang baik sampai adab atau etika yang harus kita jaga selama kita belajar. Semoga apa yang kita pelajari dapat berhasil pada akhirnya dan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi memberi kemanfaatan dan keberkahan untuk banyak orang. Amin.

Yonal Regen
Family man who love sharing about parenting, education, technology, and humanities. Find me at 26syafiqregen@gmail.com

Related Posts

1 komentar

kaladianraharja mengatakan…
Aku sudah pernah baca bukunya dan emang bener bikin semangat belajar